Sabtu, 11 April 2009

Anak Pulau


bagian pertama dari dua tulisan


30 maret 2009

Malampun semakin larut, mataku tak jua bisa terpejam, kegelisahan menghampiri jiwaku yang tenang.
Besok pagi SK PNS keluar, dalam hati bertanya-tanya akan penempatan dinasku nanti...

31 maret 2009

Pagi yang cerah
pagi yang ditunggu-tunggu oleh lebih kurang 6oo CPNS kota batam.
Setelah apel pagi yang dipimpin langsung oleh bapak walikota, SK pun dibagikan
...setelah 1 jam menunggu
namakupun dipanggil, melangkah tegap dan penuh harapan menjemput SK penempatan dinasku
tak banyak kata keluar dari bibirku setelah melihat tulisan

SD Negri 008 Pulau Seraya Bulang.

Ya Allah...
akupun mencoba untuk ikhlas


4 april 2009

kuhapus semua cerita buruk orang akan pulau.
pagi ini aku akan srvey ke pulau yang akan ku tempati
dalam hayalku sudah tertanam akan pantai yang indah dengan pasir putihnya
sunset yang mempesona
seafood yang maknyoss and all about d' beautifull island
hahahha,, i'll gonna much fun

aku tak sendiri
bapak kepala sekolah SD N 008 menemaniku setelah buat janji dengan beliau, yang kebetulan rumahnya tidak begitu jauh dari tempat tinggalku waktu itu.
laki laki paroh baya, tinggi kurus, kulit gelap dan berkumis tipis.
itulah bapak Djumadi, S.Pd
Kepala Sekolah SD N 008 Seraya Bulang yang menurut informasi sudah 4 tahun mengabdi di pulau itu.
Setelah berjabat tangan kamipun menaiki pompong* yang disewa.

Bagiku sebagi seorang anak minang daratan
pulau, laut masih merupakan suatu yang sangat jarang ditemui dan sangat menarik untuk ditelusuri
dan hari ini adalah hari dimana aku pertama kali menaiki pompong
i was so happy
i can touch d' sea

15 menit berlalu
hutan bakau, hutan bakau.. dan hutan bakau
terus pantainya mana???
aku bener-bener tak melihat pasir putih yang ada dlam hayalanku itu
hopeless ;(

Ditengah obrolanku dengan bapak kepsek
ada sesuatu yang mengejutkan kudengar dari mulutnya
kalo pulau disebelah kanan kita ini
terdapat banyak buaya dan babi besar-besar
ya Allah...
terus bagaimana dengan pulau yang akan aku tuju???

Tak lama kemudian, pompong itu menuju ke sebuah rumah panggung di tepi sebuah pulau.Kondisi rumah itu sangat memprihatinkan
kayu-kayunya kelihatan tak kuat lagi menahan rumah kecil yang mulai condong itu.keluarlah seorang anak perempuan yang berseragam sekolah dari rumah reot itu.rambutnya dikuncir dan menyandang sebuah tas sekolah yang akhirnya kukenal dengan nama Misti Rohana.
Namun pemandangan yang sangat berbeda dari pelajar kota
Misti tidak hanya menyandang tas, namun ditangannya ada beberapa ikat sayur-sayuran.
Misti adalah salah seorang dari ribuan anak pulau yang tak banyak punya pilihan dalam hidupnya selain membantu orang tuanya di hutan atau di laut terlepas dari statusnya sebagai pelajar.

Setengah jam berlalu
akhirnya sampai juga di pulau yang kutuju
angin laut menyapa tubuhku seolah berbisik "selamat datang bapak guru"
di pulau Seraya Bulang.

The beautiful island yg ada dalam benakku lenyap sudah.
Bau amis merasuk keotakku sesampainya detepi pulau itu, sungguh ngiris keadaannya.Rumah-rumah panggung yang rapuh berjejer di tepi pulau seolah mengotori pulau itu.Pulau yang hanya dialiri arus listrik 5 jam sehari ini [dari jam 6 sore sampai jam 11 malam] juga tak punya sumber air bersih yang layak.
Tak banyak kata yang keluar dari mulutku selain
Unbeliveble... ya Allah.

Namun semua itu kulupakan saat melihat gedung sekolah SD N008 yang berdiri tegap dan tak pernah malu berada ditengah-tengah kampung nelayan itu.Sekolah yang memberi nafas baru bagi anak pulau untuk mencapai cita-cita mereka.

Akankah aku tahan tinggal disana?
Bagaimana suka dan dukanya?
Semua itu akan terjawab dalam tulisan kedua "anak pulau".


1 komentar:

Fajar Ahmad mengatakan...

cerita anak pulau
menggairahkan naluriku akan perjuangan pendidikan,,
kamu hebat! nanti masuk tv..
amien! :)